Rabu, 10 Jun 2009
Khamis, 28 Mei 2009
Surat Iblis
Tadi malam waktu akan tidur,aku lihat kau tidak memuji Allah,tidak
berselawat,tidak membaca ayat Kursi dan Kulhu.Ini bagus sekali kerana waktu
Sabtu, 23 Mei 2009
Khamis, 14 Mei 2009
Untungnya orang mukmin, semakin banyak masalah, semakin mustajab
doanya, bukan perjuangan tanpa kesulitan, tapi dalam kesulitan ada
ketenangan, memugar kekuatan, membangkit semangat, bukan kita sendirian, tapi dalam sendirian ada backup, Allah maha melihat, Allahu ma'ana..
Daerah kita bukan daerah cinta, bukan masanya merajuk, kasih
memujuk, tiada senda gurau memanjang, kerana kita dalam
berjuang, hanya Tuhan jadi tujuan, mengingatiNya ibarat dekat bersamaNya.

Ya Allah, kami memohon kepadaMu kebaikan sama ada yang kami telah tahu atau yang belum kami ketahui, kurniakan kami nikmat dan rahmat yang berpanjangan, tubuh badan yang sihat, akal fikiran yangs ejahtera, semangat yang membara bagi mempertingkatkan kualiti kerja.
Ya Allah, kami mohon perlindunganMu dari segala keburukan, hasad dengki dan iri hati, sama ada kami telah tahu atau yang belum kami ketahui, ya Allah, lembutkan dan satukanlah jiwa-jiwa hambaMu ini, agar wujud kesepakatan dan kesefahaman antara kami, bagi menunaikan tugas yang diamanahkan, dengan lebih berkesan, meneruskan khidmat bakti kepada agama, bangsa dan negara.
Rabu, 13 Mei 2009
pada 14 April 2009 Fakultas Syariah telah menganjurkan Praktikum mahasiswa pengambilan putusan politik(P3) mahasiswa fakultas syariah ke Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) daerah khusus Indonesia(DKI) Jakarta.perjalanan programnya bermula dari jam 7pagi hingga 3 sore.mahasiwa kita hanya menjadi pemerhati perjalanan sidang dun yang diadakan bagi melengkapi pensyaratan matakuliah siasah dan hukum. setelah itu, mahasiswa syariah menjadi tetamu ke Mahkamah Undang-undang pada 23 April 2009. dalam program lawatan sambil belajar tersebut mahasiswa hanya menjadi pemerhati dan juga mengikuti perbentangan kertas kerja Kontitusi dan Negara Dalam Islam oleh hakim undang-undang Dr. Muhammad Alim SH.M.HUM..
Selasa, 28 April 2009
04042009
UIN menjalankan aktiviti wisuda para sarjana sebanyak 4x setahun, namun pada tahun ini, telah dibuat pembubaran dan masuk dalam etika baru bahwa Pihak UIN setuju dengan melakukan wisuda hanya sebanyak 3x setahun. pada awal tahun baru-baru ini telah selamat wisudawan dan wati kita dari KUDQi mendapat S1, dan setelah itu, pada bulan April diadakan wisuda kali ke-75 pada tahun ini, anggota UIN-KUDQI kita telah mengambil tempat dalam sambutan tersebut. yaitu Ustaz Mat Wardhi selaku ketua Usrah exKUDQI di UIN telah selamat menghabiskan program sarjana, dan diikuti pula oleh Ustazah Hajar dan Wahida. dengan itu, kita akan menyambut para wisuda akan datang pada bulan 7. moga pencapaian dan dan ilmu yang diterima tidak akan terhenti disini. teruskan perjuangan..
Jum'at pagi, masyarakat dikagetkan dengan kabar berita musibah jebolnya tanggul Situ Gintung. Menurut sumber berita, kronologi jebolnya Situ Gintung diawali dari hujan deras pada hari Kamis (26/03/09) siang, hingga berujung pada ambrolnya tanggul yang tidak mampu lagi menampung air yang datang. Letak geografis danau Situ Gintung sendiri memang terletak di tengah-tengah pemukiman padat penduduk, sehingga dampak dari jebolnya tanggul Situ Gintung akan menimbulkan petaka yang luar biasa, sehingga rumah-rumah yang ada dibawah danau tersebut ludes tersapu jutaan liter air yang datang dengan derasnya.
Pada tanggal 28 Februari hingga 8 Maret 2009 akan diadakan Islamic Book Fair bertempat di Istora Senayan. Bagi anda yang berminat dengan buku mengenai Islam, tentunya ini merupakan salah satu alternatif sumber buku yang mencukupi. Siapkan daftar buku yang akan anda beli. Siapkan diri anda agar bisa hadir di awal waktu buka, karena biasanya di saat mulai dzuhur sudah ramai sekali utamanya di hari weekend. Di hari kerja saya belum pernah datang kecuali malam.
Acaranya lumayan rame dari hanya sekedar ketemu penjual buku di setiap stand, ketemu penulis bukunya hingga artis-artis pilihan.
Rabu, 4 Mac 2009

ENAK AJA NGOMONG!!
Ass..
Rabu, 25 Februari 2009
Kedatangan asatizah pada Jumat sore yaitu pada jam 4pm tiba di bumi Jakarta dengan diambil mobil APV oleh beberapa wakil dari kami, asatizah ditempatkan di KOPERTAIS UIN Jakarta yang berhadapan dengan asrama putera. Sudah menjadi kebiasaan para tetamu ditempatkan di Wisma Syahida, oleh karena Wisma tersebut dicas begitu mahal oleh UIN maka dengan keperihatinan persatuan merancang ke KOPERTAIS.
Untuk memenuhi jadual, malam harinya asatizah dijemput menikmati makanan tradisional Indonesia yaitu nasi padang. Dan kami tidak lupa pula akan kebutuhan asatizah dengan memberi pinjam peralatan untuk keperluan seharian seperti sejadah, kain plekat, sterika, hanger dan sebagainya. Dalam penat lelah asatizah yang baru hadir semalam, paginya, asatizah dijamu pula dengan mee hun goreng yang dimasak oleh muslimat, walaupun mee yang sebenar tidak sama dengan kepunyaan asli di Malaysia namun asatizah tetap memuji pada muslimat karena kesungguhan mereka, asatizah dapat bersarapan dengan tersenyum.
Namun begitu, pada hari tersebut telah kami jadualkan untuk asatizah supaya lunch di kos-an (rumah sewa) mengikut perencanaan awal, persatuan inginkan para ustaz naik angkut-angkut (van prebet) untuk sampai disana tapi ustaz Kamaruzzaman ingin bersenam setelah rehat sepanjang pagi. Kami sengaja membawa asatizah jalan shortcut untuk sampai disana, tapi disebabkan memang reality kos-an itu jauh sehingga ada asatizah yang menyoal akan kejauhannya, seribu kemaafan dipohon untuk asatizah. Hmmm, begini la seharian kehidupan anak-anak ustaz disini (",)
Setelah sampai di kos-an asatizah disambut para penghuni kos-an dengan salaman dan senyuman, walaupun rumah sewa masih lagi dalam persiapan dan majlis belum tentu akan bermula dan persatuan sendiri pun tak tau kapan bermulanya majelis tapi asatizah dijamu dahulu dengan buah-buahan seperti salak dan jeruk (orange). Begitu majlis dimulai, dan suasana agak ceria walaupun tanpa microfon, ucapan terus berjalan dari Ustaz Khalil, Ustaz Kamaruzzaman dan Ustaz Soud, sehinggalah sampai pada jawapan dari soalan para anak KUDQI dan IPA. Setelah menjamu selera bersama-sama, tidak lupa untuk ngobrol-ngobrol (sembang) sama asatizah tentang isu-isu semasa yang berlaku di Malaysia dan tentang tajuk skripsi (tesis) yang akan kami buat.
Malamnya pula, ada acara yang disusun oleh persatuan IMISUIN ( ) yaitu berkumpul sama anak-anak malaysia, walaupun rata-rata dikalangan kami ramai yang mudik (balik kampung) tapi majelis tetap berjalan dengan lancar, pendek kata, asatizah KUDQI disambut dengan hati terbuka oleh para student UIN Jakarta walaupun ada dikalangan kami yang berlainan warna Bendera.
Keesokan harinya (AHAD), pagi-pagi lagi kami bersiap untuk pariwisata (melancong) ke Bandung. Seharian berjalan-jalan, melihat pandangan yang indah, mengecapi kesejukan asli dipuncak yang bernama Gunung Tangkubang Perahu sambil membeli barangan untuk dibawa pulang sebagai ole-ole. Kami pulang pada malamnya dalam keadaan berkejaran dengan masa, sementara disedari bahwa malam masih muda, semapt juga pekena satay kambing, setelah itu baru pulang ke kamar (bilik) masing-masing.
Kepenatan telah membuat terlena sepanjang malam, pun begitu, perjanjian asatizah sama dosen (pensyarah) UIN tidak dilupakan, sebelum itu, asatizah bersarapan yang dibuat oleh muslimat yaitu makan nasi lemak, Pehh, bestnya seakan terbayang-bayang berada di kampung halaman. Begitulah khayalan pabila berjauhan dengan keluarga, tapi asatizah begitu kental dan telah menjadi kebiasaan asatizah dalam suasana seperti itu, asatizah sentiasa memikirkan tujuan utama, dan tahu apa yang perlu didahulukan. Perjanjian dibuat di PASCA UIN yang melalui ASPI (asrama puteri) dahulu untuk sampai disana. Rapat (mesyuarat) asatizah sama perwakilan rektorat UIN berakhir tengahari, setelah itu, asatizah merancang untuk pergi ke Tanah Abang untuk membeli belah serta ke Senin untuk membeli buku-buku. Perjalanan asatizah melarat hingga ke malam.
Pada hari selasa, asatizah merancang ke Bogor dan dalam proses untuk menjadikan destinasi yang kedua setelah UIN Jakarta untuk anak-anak KUDQI di Universitas Ibnu Khaldun. Perjalanan menuju kesana memakan masa berjam-jam sehingga asatizah kembalian mereka, saat sore. Malamnya pula, persatuan X KUDQI mengambil anisiatif buat perjumpaan beserta ucapan dan cenderahati untuk KUDQI tempat kami mengukir sejarah sebelum datang ke sini. Setelah itu asatizah dijemput ustaz zul (salah seorang student UIN) supaya hadir ke rumah untuk menjamu selera. Setelah itu, kami menolong asatizah packing semua barang yang untuk dibawa pulang ke dalam pesawat
keesokan harinya. Setelah penat lelah hilang ketika mata dipejam dan hati telah tenang saat semua acara telah dibuat, kini telah tiba saatnya asatizah kembali ke Malaysia untuk meneruskan perjuangan yang telah 5 hari ditinggalkan demi mencapai pengorbanan yang tinggi dan meraih keredhaan ilahi. Barakallahu fi walakum, wassalam.. –belebab goreng








